Anda adalah bagian dari Yahudi. Terlicik, meski kau mengingkari, ialah terselip di darah separuh ayah dan ibu. Paling hebat, berpikir tajam, terkadang tak kenal siapa teman apalagi musuh, sifat Yahudi ada dalam diri kita. Saat bersungut sungut, membaca judul cerita tak berdasar ini, Anda sudah menjadi Yahudi. Tak percaya, mesin pengukur kebohongan akan membuktikan seberapa cc gen Yahudi dalam tubuh Anda.

 

Memusuhi Yahudi tanpa kejernihan akal, kita terperangkap olehnya. Mengapa Tuhan mencipta ras Yahudi? Saya tak mengerti. Tentu Anda yang lebih tahu. Karena jika Anda berniat membantai Yahudi hingga tak ada satu pun mereka berhak hidup, Anda lebih tahu sifat mereka dari saya. Apalah saya, saya di Indonesia saja. Tak ke mana mana. Otak saya sempit, itupun diselubungi sawang sawang. Kelebihan Yahudi adalah Anda, kekurangan mereka juga punya Anda. Saya, Indonesia.

 

Masih menyangkal? Ada yang bilang, Pancasila mirip sekali sari keimanan Yahudi. Biarlah, saya tak mengenal leluhur pembuat negeri ini. Anda yang lebih tahu. Hingga Anda tak malu mengangkat parang merasa berhak menentukan negeri ini. Ya, itu pendapat Anda kan? Saya mengamati Anda saja. Ya. Yahudilah diri Anda.

 

Tapi saya masih yakin, jika sisi baik Yahudi ada dalam diri Anda. Tak membakar tubuh saya karena tulisan ini masih ada pada Anda. Oh, bukan. Itu berasal dari nurani. Bukan Yahudi.

Tak peduli siapa Anda. Keyakinan apapun Anda, saya menghargai. Yahudi dalam cerita ini adalah bualan belaka.