Pentas olahraga manula segera digelar. Di sebelah Palembang, juga di sebelah Jakarta. Tempat berkumpul para jompo mempertontonkan kemampuan mereka. Dengan gigi gigi yang nyaris tak ada, kulit keriput, urat urat kendur, dan ketawa yang menjurus ke kematian. Inilah olahraga paling ekstrim menuju surga atau neraka. Tak mampu berlari mencapai finish, terserang jantung dahulu. Atau, cidera parah saat para tua berebut bola di lapangan hijau yang meluber air saat banjir tak mampu ditampung got got tua.

Lima puluh satu cabang olahraga. Mempertandingkan kemampuan individual seperti binaraga, atau perburuan hadiah antar tim renta. Semua terjadi di satu tempat yang mewah tanpa korupsi saat dibangunnya. Tak ada napak tilas yang membuat malu tamu tamu dari negeri lain. Tak ada kemungkinan diceritakan oleh generasi luar negara dan menimbulkan malu. Di sinilah olahraga kejujuran ditampilkan oleh para manula.

Bukan emas, perak, atau perunggu yang diberikan panitia. Sejumput tembakau bagi pria tua, atau selembar kain bermotif naga untuk manula putri. Sebagai bekal mereka kembali ke negeri masing masing. Teman sebelum tidur, atau bercanda dengan sesama tua yang telah dengan sengaja dibuang oleh anak anak mereka. Dan tak menjadi masalah karena persembahan setelah kerja keras berolahraga, berlatih, dan bertanding di arena tandingan Sea Games. Palembang dan Jakarta yang megah.

_____

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta