Dan komodo ialah binatang terusir dari surga. Bermuka buruk dengan lidah menjulur julur berisi parasit mematikan berumur jutaan tahun. Ia didepak para pembantu Dewa karena tak mau berdiri. Melata dengan sangat lambat. Komodo jatuh ke bumi dalam bunyi ‘gedebug’.

Jika komodo ada di Indonesia, itu hanya kebetulan. Mungkin Dewa salah memberi perintah. Ke Tanah Perjanjian sejatinya, komodo dikumpulkan dengan para Israel dan Arab yang tak pernah usai berseteru. Atau mungkin juga Dewa sudah tepat meletakkan komodo. Tahu jika ia akan tetap hidup di negeri bernama Indonesia. Yang di situ tak begitu banyak pertumpahan darah. Meski adegan saling dorong dan serang mulut kerap terjadi.

Komodo tak berintelijensia. Ia cuma manut, menurut pada majikannya.

‘Kau diam, Do.’ ucap sang pawang. ‘Namamu kujual, kutenarkan ke seluruh dunia. Pasang wajah memelasmu.’

Memang popularitas bisa dilesatkan, tanpa mengenal lagi muasal komodo adalah hewan purba buruk muka.