N. Indonesia Paling karena Teknologi Kunonya yang Canggih
148. Teknologi Kapal Raksasa: Jung Jawa
Pelaut Portugis Diego de Couto pada tahun 1645 menyebutkan di buku catatannya:
“Orang Jawa lebih dahulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.‟
Couto melaporkan bahwa penduduk Tanjung Harapan percis dengan orang Jawa karena berkulit cokelat.
“Mereka mengaku sebagai keturunan Jawa.” kata Couto.
Teknologi kapal raksasa itu bernama Jung Jawa. Sebelum Cheng Ho dan Columbus menjelajahi dunia, pelaut Nusantara sudah mengarungi sepertiga bola bumi. Menggunakan kapal Jung Jawa moyang kita berdagang dan menyebarkan perdamaian ke muka bumi.
Relief kapal pada dinding Candi Borobudur juga bercerita bagaimana moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.
Memasuki awal abad ke-8, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku. Jung terbesar berasal dari Kerajaan Demak yang memiliki bobot hingga 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513.
Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.

 

149. Benteng Pertahanan Buton
Benteng Keraton Buton berada di Sulawesi Tenggara. Ia di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Bentuk benteng ini cukup unik karena terbuat dari batu kapur dengan panjang keliling 2.740 meter, memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga/kubu pertahanan (bastion/baluara).
Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri. Karena benteng berada di puncak bukit dengan lereng yang cukup terjal, memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.
Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.

 

150. Robot si Gale-gale
Si Gale gale merupakan robot tradisional masyarakat Toba Batak di Sumatra Utara. Berbentuk boneka, si Gale gale telah menguasai sistem tali-temali yang sangat rumit. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.
151. Teknologi Penjernihan Air: Pangindelan Danau Tasikardi
Moyang kita sangat pandai dalam menyediakan air bersih. Sekitar abad ke-16-17 Kesultanan Banten membangun bangunan penjernih air yang menyaring air dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan.
Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas. Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm.
Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.
152. Arsitektur Rumah Tahan Gempa: Rumah Gadang
Rumah Gadang dari Sumatera Barat merupakan rumah yang tahan terhadap gempa bumi. Bentuknya yang stabil, rumah tersebut tidak menggunakan paku sebagai pengikat. Untuk menyambung antar bagian digunakan pasak sehingga bangunan bersifat lentur.
Keunikan lain adalah kaki bangunan yang tidak menyentuh tanah. Ia dialasi oleh batu sandi yang berfungsi meredam getaran bumi. Jika terjadi gempa, rumah gadang akan berayun dan bergoyang sehingga aman.
153. Sistem Astronomi Pranata Mangsa
Pranata Mangsa merupakan peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam yang berhubungan dengan tata letak bintang di langit. Sistem penanggalan ini tidak kalah dengan bangsa Mesir kuno, China, Maya, dan Burma.
Moyang kita selalu memperhatikan alam, menuliskannya, sehingga menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk lebih peka terhadap alam sebagai tempat manusia hidup.
154. Teknologi Pengusir Hama dengan Gelombang Suara: Karinding
Karinding adalah nama alat pengusir hama itu. Terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong tiga bagian, yaitu:
a. Bagian jarum tempat keluarnya nada. Disebut cecet ucing
b. Pembatas jarum
c. Bagian ujung. Disebut panenggeul.
Jika bagian panenggeul dipukul, jarum akan bergetar. Dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, bunyi khas akan ke luar yang dapat mengusir hama.
155. Tempe
Tempe adalah makanan khas Indonesia. Menggunakan mikroorganisme bernama Rhizopus, kedelai akan difermentasikan menjadi makanan yang sehat bagi pertumbuhan tubuh manusia.
Tempe sudah dikenal ratusan tahun lalu oleh bangsa Indonesia. Pada Serat Centhini digambarkan tempe sudah dikonsumsi oleh warga Nusantara.