K. Indonesia Paling karena Manusia Jeniusnya
93. Dr. Warsito P. Taruno: Penemu Alat Pelacak ECVT

Warsito P. Taruno

Pengakuan NASA, badan penelitian luar angkasa di Amerika Serikat, diberikan kepada Warsito P. Taruno. Lelaki kelahiran Solo pada 15 Mei 1967 ini berhasil membuat alat pelacak yang mampu menembus dinding reaktor nuklir yang terbuat dari baja, bernama ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography). Penemuan Taruno sudah dipatenkan di Amerika Serikat.
Karena kejeniusannya, lelaki lulusan S3 Universitas Shizouka Jepang ini dianugerahi sebagai ‟10 Orang yang Mengubah Indonesia‟ oleh majalah Tempo pada 2006. Juga gelar „100 tokoh Kebangkitan Indonesia‟ pada Mei 2008.
Kita pasti bisa menyusul beliau. Asal tekun belajar, kerja keras, dan suka membantu ayah dan ibu.

 

94. Prof. Dr. Khoirul Anwar: Pemilik Paten Sistem Telekomunikasi 4G


Ia adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Teknik yang ditemukan Anwar telah dipakai oleh perusahaan satelit di Jepang.

 

95. Dr. Yogi Erlangga: Pemecah Rumus Helmholtz


Matematika itu sangat menyenangkan. Yogi Erlangga merupakan doktor lulusan Universitas Delft di Belanda. Lahir di Tasikmalaya, ia dikenal dunia karena berhasil memecahkan rumus Helmholtz yang sudah bertahan sangat lama. Penemuannya ini menjadi penting karena dapat digunakan untuk mempercepat pencarian sumber-sumber minyak bumi.
Sungguh mulia bukan hasil kerja keras yang diperoleh Dr. Yogi Erlangga?

 

96. Johny Setiawan: Penemu Planet Termuda TW Hydrae

 

„Jangan kau lihat saja bintang di langit. Mengagumi tidaklah cukup. Jadilah pemetiknya.‟


Johny Setiawan membuktikan bahwa orang Indonesia punya kemampuan untuk menjadi jenius. Ahli astronomi ini bekerja di Departemen Pembentukan Bintang dan Planet di Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman.
Prestasi mengagumkan Setiawan adalah menemukan 15 planet ekstrasurya di luar tata surya kita. Planet terakhirnya adalah HIP 13044b yang membuat dia dinobatkan sebagai ‟10 Penemuan Sains Terbaik 2010‟ menurut Majalah Times.

 

97. Nelson Tansu: Profesor Indonesia Termuda di Amerika Serikat


Nelson Tansu merupakan profesor muda berkebangsaan Indonesia di bidang Teknik Elektro. Lahir di Medan pada 20 Oktober 1977, ia adalah pakar di bidang nanoteknologi dan optoelektronika di Universitas Leigh, Amerika Serikat.
Usia 25 tahun Tansu menyisihkan 300 doktor untuk menjadi Asisten Profesor. Dan jabatan ini sangat bergengsi, tidak semua orang bisa mendapatkannya. Prof. Tansu saat ini masih melakukan berbagai penelitian dengan semangat dan ketekunan yang sangat tinggi.