Mau tahu hewan campuran itu apa saja? Ya, tebakan kalian sangat benar. Hewan campuran merupakan gabungan dua hewan atau lebih. Dan ini hanya ada di Kepulauan Nusantara tempat kita tinggal, belajar, dan membantu orang tua. Menarik sekali untuk kita simak kan? Ayo, lanjut membaca!

 

48. Ekidna = Trenggiling + Landak

Ekidna (kiri), Trenggiling (tengah), dan Landak (kanan)

 

Hewan khas Papua ini gabungan antara trenggiling dan landak. Termasuk mamalia yang menyusui, tubunya ditutupi rambut kasar dan duri mirip landak. Moncongnya panjang digunakan untuk memakan semut dan rayap.

 

49. Kancil = Tikus + Rusa

Kancil (kiri), tikus (tengah), dan rusa (kanan)

Cerita „Kancil Mencuri Timun Pak Petani‟ pasti sudah sering didongengkan ibu atau bapak, ya? Bagaimana bentuk si kancil menurut kalian? Lucu dan menggemaskan. Suka lari ke sana dan kemari. Tapi teman-teman, sifat si kancil yang suka mengambil timun tanpa permisi ke pak petani, tidak boleh kita tiru, ya.
Nah, Kancil merupakan hewan campuran tikus dan rusa. Dalam bahasa Inggris disebut „mouse deer‟. Nama ilmiahnya Tragulus javanicus. Ia banyak ditemukan di Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Kepulauan Singkep, Pulau Penebanga, Pulau Labuan, dan Pulau Laut.

 

50. Babirusa = Babi + Rusa


Babirusa (kiri), babi (tengah), dan rusa (kanan)

Hampir punah. Butuh tindak cepat untuk menyelamatkannya. Di Indonesia hanya tinggal 4000 ekor. Babirusa ditemukan di Kepulauan Sula, Sulawesi, dan Togian. Di Maluku dan Pulau Buru juga sering dijumpai.

Biasa bergerombol di dekat sungai, babirusa menyerupai babi tapi ukurannya jauh lebih kecil ketimbang babi biasa. Taringnya panjang yang mencuat ke atas menyerupai tanduk rusa dan menembus moncongnya.

 

51. Ikan Terbang = Ikan + Burung

Ikan terbang

Pernah makan ikan terbang? Di Sulawesi, orang sering menikmati hidangan lezat dari ikan terbang itu. Kalau ada waktu dan tabungan yang banyak, ajaklah ayah dan bunda berlibur ke Sulawesi Barat untuk menikmatinya.
Sirip ikan terbang sangat lebar. Inilah yang menyebabkan ia mirip sayap burung. Dan memang bisa terbang. Saat memburu mangsa, ikan terbang akan meluncur di udara singkat dan masuk ke dalam air kembali.

 

52. Kangguru Pohon = Beruang + Kanguru


Kangguru pohon (kiri), kanguru (tengah), dan beruang (kanan)

Binatang apa yang khas di Australia? Tepat, kanguru. Lalu, pasti teman-teman akrab dengan boneka Beruang Teddy. Bagaimana kalau beruang dan kanguru menjadi satu? Kangguru pohon lah jawabannya. Ia hidup di atas pohon dan banyak kita jumpai di Sulawesi Tenggara.
Unik sekali bukan? Ayo kita lihat langsung Kangguru pohon.

 
53. Anoa = Kerbau + Kambing

Anoa (kiri), kerbau (tengah), kambing (kanan)

Nama latin anoa adalah Bubalus quarlesi. Dapat kita temui di Sulawesi Tenggara, hewan ini berkembang biak dengan lambat. Tiap tahun hanya satu anoa yang dilahirkan oleh induknya. Hanya hidup di Indonesia, anoa sejak tahun 1960 merosot jumlahnya. Diperkirakan tinggal 5.000 ekor yang saat ini masih hidup.
Ayo, kita selamatkan anoa agar tidak hilang dari tanah air kita.
54. Kukang = Panda + Kucing

Kukang (kiri), panda (tengah), kucing (kanan)

 

Kukang termasuk hewan malam. Disebut juga „malu malu‟ karena bergerak sangat lambat. Dalam bahasa ilmiah, hewan ini bernama Nycticebus coucang. Bentuknya yang sangat lucu, membuat warga setempat memburunya untuk dijadikan piaraan.
Namun pemburu liar yang tidak bertanggungjawab menjadikan kukang sekarang langka. Mereka beranggapan daging kukang bisa menyembuhkan penyakit berat. Selain itu, kukang juga diselundupkan ke luar negeri untuk dijual. Padahal ini dilarang oleh pemerintah karena kukang sangat dilindungi. Teman-teman tidak boleh meniru para pemburu jahat itu, ya!
55. Belalang Daun = Belalang + Daun

Teman-teman jangan terkecoh kalau menemui daun yang bisa bergerak sendiri. Bisa jadi, itu belalang daun yang sedang menyamar. Ia melakukannya agar tidak dimangsa oleh musuhnya.
Tempat hidup belalang daun ada di seluruh hutan di Indonesia.