E. Indonesia Paling karena Peninggalan Bersejarahnya


29. Candi Borobudur


Kebesaran sejarah Indonesia di masa lampau salah satunya adalah Candi Borobudur. Tempat persembahyangan ini merupakan kompleks monument Buddha terbesar di dunia. Dibangun oleh Raja Samaratungga pada kejayaan Dinasti Syailendra Kerajaan Mataram Kuno, Borobudur masih gagah berdiri di Magelang, Jawa Tengah. Uniknya, candi ini diapit oleh dua gunung kembar yaitu Sundoro-Sumbing dan Merbabu-Merapi. Begitu juga dua sungai besar; Sungai Progo dan Sungai Elo berada di dekat candi. Keren sekali bukan?
Mari kita telusuri lebih dalam kemegahan Candi Borobudur kebanggaan Indonesia ini.

Bangunan Borobudur berupa punden berundak yang terdiri dari 10 tingkat. Enam tingkat berupa bujur sangkar, tiga berbentuk lingkaran, dan satu tingkat di puncak berupa stupa Buddha terbesar yang menghadap ke barat. Borobudur memiliki relief sebanyak 1.460 buah dan 504 stupa. Sebelum diperbaiki karena kerusakan memiliki tinggi 42 meter dan setelah perbaikan 34,5 meter.

 

30. Candi Prambanan

 

Sama dengan Candi Borobudur, Prambanan merupakan karya agung bangsa Indonesia. Candi yang terletak 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini mencerminkan kejayaan Dinasti Hindu Syailendra di Tanah Mataram Kuno pada abad ke-9.
Prambanan adalah kompleks candi yang terdiri dari tiga bagian yang sesuai dengan ajaran agama Hindu yaitu Trimurti; pemujaan terhadap Dewa Pencipta (Brahma), Dewa Penjaga (Wishnu), dan Dewa Perusak (Shiwa). Candi Prambanan yang orang umum mengenal adalah candi paling besar yang berada
di tengah kompleks candi. Mempunyai tinggi 47 meter, Prambanan ditetapkan oleh UNESCO sebagai „Situs Budaya Agung Dunia‟.
Keunikan lain Candi Prambanan terletak pada bangunannya yang terbuat dari batu berukuran besar. Bisa kita bandingkan dengan candi-candi di India yang berupa beton atau gunung batu yang diukir. Candi Prambanan menunjukkan kecantikannya yang sangat menawan.

31. Fosil Manusia Tertua (Pithecanthropus erectus)

 


‘Pithecanthropus erectus’

 

Eugene Debois menemukan potongan tulang tidak lengkap di bantaran Sungai Bengawan Solo tepatnya di Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada 1891. Ia
menyebutnya sebagai Pithecantropus erectus. Penemuan ini menjadi permulaan yang sangat membantu penelitian tentang asal muasal Manusia Jawa.
Selanjutnya pada 1936 GHR von Koegniswald, peneliti kelahiran Berlin Jerman, menemukan potongan tulang yang lebih lengkap di Sangiran, Karang Anyar. Dua penelitian inilah yang menunjukkan fosil manusia tertua salah satunya ditemukan di Indonesia.