Malaikat melintas. Di atas rumahku, tepat di cerobong asap. Kebetulan, aku sedang memasak ikan. Menggorengnya. Tapi sayang, hangus. Hingga asapnya yang membumbung masuk tak sengaja ke hidung si malaikat. Ada dua malaikat. Dan mereka turun, bertamu kepadaku, mengetuk pintu dengan sangat sopan.

***

‘Assalamualaikum,’ aku berkata.

Aku sudah tahu jika dua malaikat ada di depan pintu depan rumah. Sehingga aku mengawali jalinan silaturahim ini. Tanpa harus menunggu mereka berdua menguluk salam. Kubuka pintu, kulihat dua malaikat. Tapi tak berujud seperti benda. Aku hanya merasakan kehadiran ruh mereka.

Kupersilakan duduk di ruang tamu. Aku menuju dapur kembali.

Apa yang harus kusajikan buat mereka? Dua malaikat itu pasti menunggu kejutan apa dariku. Teh manis hangat, sudah pasti kubuat. Dan aku membikin tiga gelas. Untukku dan dua malaikat itu.

Kue habis, tak ada sisa di lemari es. Dan aku beride untuk memberi mereka ikan goreng gosong. Yang tadi gagal kubikin untuk santap siangku.

***

Ini ikan asap rica rica!‘ ucapku di ruang tamu.

Mereka mengangguk. Mengobrol selama tiga jam bersamaku, tentang hidup mereka dan kenyataan diriku di bumi. Lalu mereka pamit, melanjutkan perjalanan untuk menilai kebaikan manusia manusia.

‘Terima  kasih Malaikat. Assalamualaikum.’ aku berharap mereka sudi datang kembali ke rumahku.

_______________________

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta