Kursus aerobik di luar angkasa. Pelatihnya alien. Entah jenis kelaminnya tidak terdeteksi. Karena di sini sangat gelap. Hampa udara. Dan aku harus memakai pakaian astronot. Meski gerakanku sangat terbatas, tapi kunikmati kejadian langka ini. Berolahraga yang tak semua bisa melakukannya. Bersentuhan langsung dengan alam ganjil, di luar keseharianku. Jangan kau cemburu dengan kesempatanku ini ya Kawan kawan?

***

Latihan Aerobik Luar Angkasa!

Kutemukan selebaran itu di depan sebuah  rumah tua. Awalnya aku takut, jangan jangan ini tipuan dari pemilik rumah. Ia nenek sihir jahat berumur ratusan tahun, yang berniat menjebakku. Orang orang yang lewat di depan rumahnya untuk dijadikan tumbal. Aku takut sekali. Nanti kalau aku tidak bisa bertemu lagi dengan mamiku lagi bagaimana? Siapa yang harus membantu dia?

Tapi aku berhenti untuk mengecek selebaran itu.

Menarik juga!’ batinku sambil mebungkuk untuk mengambil selebaran itu.

Kuteliti, kubaca dengan seksama. Ada nomor telpon. Kukeluarkan handphone dari saku, kukontak.

‘Halo dengan kursus aerobik luar angkasa?’ tanyaku.

‘Ya benar. Dengan bapak siapa?’ jawab dan tanya seorang wanita di ujung telepon.

‘Saya Dani. Berapa biayanya?’ tanyaku langsung.

‘1 milyar lengkap dengan wisatanya.’

Keringat dinginku mengucur deras. Tapi kututup telpon tanpa harus berkesan melarikan diri.

‘Oke, Bu. Saya akan menghubungi beberapa jam lagi. Saya harus ke ATM mengambil uang.’ kataku. ‘Berapa nomor rekening perusahaan Ibu?’

Dan sang operator menyebut nomor rekening. Aku mencatatnya.

***

Lima belas tahun sesudahnya, aku benar benar menjadi astronot, yang beraerobik ria di angkasa. Uang dari manakah?