Di puncak gunung. Menanti matahari muncul. Menikmati subuh berselimut kabut. Berjibaku satu jam dari lembah, tekanan terasa meluap. Berteriak kencang, sekuat pita suara melengkingkan nada, saling memberi ucapan selamat antar kawan. Seluruh tim bertukar tawa, menyalurkan hangatnya persahabatan. Ya, di gunung inilah semua cair.

Membuat perapian. Mengeluarkan panci dan kompor. Mendidihkan air, menyiapkan kopi. Beberapa memantik api untuk merokok. Asap langsung menyatu menyebar ke alam, tanpa harus masuk ke paru paru kepada mereka yang alergi oleh nikotin. Di sinilah kesetiakawanan benar benar nyata.

Satu jam lagi: fajar di atas gunung.

Bercerita panjang lebar, tentang yang bukan di kampus. Berseloroh siapa yang akan mendahului menikah, atau memperolok ia yang sering mencontek waktu ujian. Semua menjadi bingar, lepas sudah semua suntuk. Jalan jalan yang mengasyikkan, naik gunung, mengisi liburan. Untuk esok hari dikenang sebagai cerita yang amat mengesankan. Di gunung, berdansa bersama menikmati keagungan alam.

__________________

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta

Sumber gambar: http://heirborne.yolasite.com/stanley/mountain-climbing