Telepon menyalak. Hampir lima menit, belum diangkat. Masih terus meraung, seorang ibu berburu mendekat ke meja kerja. Gagang dipegang, telinga kanan si ibu mendengarkan dengan volume yang ia kurang jelas.

‘Halo, dengan Ibu Asih?’ tanya seorang di ujung sana.

‘Benar.’ jawab Bu Asih.

‘Saya dari kepolisian. Melaporkan anak ibu meninggal.’

Napas terasa sesak. Bayangan yang beraduk aduk mengisi otak dan hati Ibu Asih. Ada apa yang terjadi dengan anaknya, sehingga berita ini bisa sampai kepada dirinya.

***

Jogja cerah. Mahasiswa hilir mudik, ke kampus dan kos dengan frekuensi yang sangat dahsyat. Warung makan tak mau kalah, sibuk menyiapkan aneka hidangan yang siap menyelamatkan lidah dan perut para mahasiswa yang kalap. UGM masih menjadi pusat denyut kehidupan kota kecil ini. Jejalan kebijaksanaan para dosen, dengan pengaruh filosofi Jawa, memasuki relung kebatinan semua yang ada di sini.

Corong corong masjid melengkingkan kalimat pemuji Tuhan. Lima kali bersahut sahutan. Jamaah yang rajin terus menempa diri mereka dengan shalat dan tadarus. Banyak juga yang enggan melakukan itu. Tapi di Jogja semua dilindungi. Tanpa kecuali. Ingin berlaku bejat, tak masalah, dengan risiko warga akan menyingkirkannya. Berbuat baik, lebih diapresiasi dengan sempurna, tangan tangan akan bertepuk tepuk nyaring.

****

Ibu Asih guru mengaji. Muridnya sangat banyak. Muda tua, anak kecil dan dewasa mengaku memiliki guru bijaksana bernama Asih. Berumur 65 tahun, sang suami telah meninggal dunia dalam tenang.

‘MasyaAllah. Anak saya?’ teriak Bu Asih.

‘Iya Bu,’ jawab si penelepon. ‘Muhammad Galuh? Meninggal di masjid yang dia ledakkan. Mohon maaf Bu.’

Jantung Bu Asih semakin kencang berdegup. ‘Anak saya itu. Astaghfirullah. Dosa apa nak Ibumu ini.’

Telepon lepas dari tangan Bu Asih.

Mengapa Galuh mengebom masjid?

Kenapa Galuh yang berbudi baik bisa berubah brutal seperti itu?

Pasti ada yang membujuknya. Dan mengubah diri Galuh yang taat beragama menjadi teroris.

__________________

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta