Yogyakarta, 8 Juli 2011
Teruntuk Bapak Andi Alfian Mallarangeng

Menteri Pemuda dan Olahraga

di Jakarta, Nunukan, Bali, Solo, di manapun Anda berada.

 

Salam olahraga, sehat selalu buat kita semua. Tidak encok di malam hari, migrain menyerang kita, mimisan tak menyambangi diri kita, generasi muda Indonesia. Amin.

Bagaimana kabar Pak Andi? Pasti baik baik saja. Jikalau akhir akhir ini saya melihat bapak di TV dengan permasalahan partai Anda, saya nyinyir sekaligus tak memedulikan. Pak Andi yang saya kenal dengan kumis sangat tebal dan rapih, yang saya tahu Anda adalah menteri kami. Bos kami para pemuda yang suka berolahraga. Betul begitu kan Pak Mallarangeng?

 

Jika Anda tidak mengenal saya selaku salah satu anak muda Indonesia, itu kesalahan Bapak. Seharusnya, Pak Andi mengenal baik saya dengan ketrampilan saya. Tentang olahraga. Memang bapak punya anak buah yang siap diberi perintah kapan saja. Tapi Pak Andi. Saya tidak percaya mereka. Mereka hanya bersandiwara jika bekerja. Hanya giat membuka buka catatan, berakting jika Bapak ada di kantor. Selebihnya mereka bergosip dan main internet. Betul kan Pak Mallarangeng? Saya lebih percaya Bapak karena Bundo Dorce sangat menggemari Anda. Dan saya percaya dengan omongan Bundo.

Tapi saya tidak akan berjingkrak jingkrak jika bertemu Anda. Saya masih punya sopan santun meski berkobar darah saya dengan impian saya memajukan olahraga di tanah air.

 

Begini Pak Andi Mallarangeng. Saya meralat ucapan saya yang tadi. Saya bukan atlet, panggil saja saya ‘pemuda’. Itu saja Pak.

Saya urun rembug tentang mengapa olahraga Indonesia seakan mati terkapar. Bukan kesalahan Anda kok Pak. Itu mutlak kesalahan kami sebagai generasi muda yang tak memiliki jati diri. Nah, kita tidak usah saling menyalahkan. Itu tidak baik dan menguras energi kita sebagai manusia. Mending kita saling memaafkan, bersungkem ria, dan mengobrol santai di saung tempat berbincang. Tidak di lobi hotel Pak. Pengeluaran akan meledak dan nanti dituduh menghambur hamburkan uang negara. Kita terancam dibui. Tidak ingin semua itu terjadi kan Pak?

 

Saya beride Pak Andi. Bagaimana jika olahraga kita rumuskan kembali? Agar anak anak bangsa lebih menyukai olahraga ketimbang ikut audisi lomba menyanyi, ambisius menjadi model, bermimpi sebagai koki tenar tanpa kerja keras, atau yang instan instan.

Olahraga musti kita promosikan sebagai sesuatu yang:

CERDAS, SEKSI, dan KAYA RAYA

Cerdas, karena di luar negeri para atlet dianggap memiliki ber IQ setara dengan Einstein. Di tangan mereka olahraga adalah ketrampilan menunjukkan passion berlatar belakang ilmu pengetahuan. Tidak ketinggalan riset mereka lakukan demi pencapaian prestasi yang sempurna.Kecerdasan berolahraga setara dengan para ilmuwan. Kita tidak ingin para atlet dianggap kelas cecunguk lagi, yang memilih profesi olahraga karena menghindari matematika dan fisika.

 

Seksi, karena atlet adalah mereka yang memiliki daya intelijensi dan penampilan fisik yang hampir seimbang. Jika ditampilkan dengan elegan bisa jadi olahraga akan digemari oleh kawula muda.

 

Juga kaya raya. Jaminan penghasilan akan terus didapat oleh atlet sepanjang ia memberikan yang terbaik pada bangsa. Tentu, tidak dilupakan masa depan para atlet. Itu penting. Jangan sampai atlet berprestasi berjualan narkoba atau jadi tukang ojek. Kita harus menaikkan strata olahragawan ke strata tertinggi.

 

Tiga kata itu dahulu Pak Andi. Semoga berkenan. Dan majulah olahraga di tanah air. Amin.

 

_____________________

 

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta