Jawa telah musnah beberapa hari yang lalu. Keagungan budayanya hilang bersama dengan gempuran teknologi yang menguasai jagad sekarang ini. Ada beberapa yang mengais ngais menawarkan primbon di lapak bernama internet, lalu menampilkan ceceran gambar wayang yang entah siapa peduli. Jawa menemui ajalnya di masa kita, generasi yang pecah kepalanya dengan otak menggelundung di lantai.

Jawa tak ada ketika seorang pemimpin tak lagi memberikan contoh yang bijak. Justru mengumbar kesewenangan dengan ucapan kotor tak bernaluri. Di hari ini, Jawa di persimpangan jalan. Memang belum mati, masih sekarat.

Entah saya sekarang masih Jawa atau sudah menjadi ras lain?