Di ladang Tuhan, kita menanam jagung. Menyemaikannya, meninggikannya hingga menyentuh langit. Menunggu dengan tak inginlah burung burung mengganggu tumbuh si jagung. Biar ia menjuntai rambutnya, dengan biji bijinya menguning empuk nanti direbus. Musang, tikus, dan belalang juga tak boleh merusak ladang ini. Kepunyaan Tuhan yang harus dijaga.

Di ladang ini bermula pabrik pabrik berdiri angkuh. Menggiling jagung, membuatnya tepung, dan menjadikannya kue kue yang berbau menyengat. Di tangan para borju, dijejalkan ke perut dengan canda canda di malam bertabur bintang buatan. Di keramaian, di ruang sesak manusia yang ingin melenakan hidup barang sesaat.

Di ladang jagung, Tuhan menunjukkan kuasa. Tak ada jagung di bumi, tak ramai hanya kebisuan yang ada. Manusia dan hewan tak mengenal jagung. Tak mampu membayangkan jika pun jagung ada tapi raib diambil paksa para cukong.

Di ladang Tuhan, kita beraksi. Bermula oleh kita asupan asupan berbahan jagung. Buat mereka.

 

_____________________________________

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta