Kedatangan Richard Gere ke Candi Borobudur patut disyukuri. Sebagai anak bangsa yang nguri uri peninggalan moyang, kita mendukung ide Jero Wacik, Menteri Pariwisata, yang ingin menduniakan kembali candi kebanggaan bangsa ini. Dan besar harapan kita, Gere yang akan menjadi Duta Pariwisata Indonesia untuk dunia, ia mampu berkolaborasi apik dengan segenap komponen industri wisata di tanah air. Karena, kita berkaca dengan tetangga paling dekat Indonesia, yang memiliki kultur dan peninggalan sangat mirip, Thailand. Negeri Gajah Putih itu makmur karena salah satunya didukung oleh pariwisatanya yang mendunia.

 

‘Berharap boleh, tapi jangan berlebihan.’ ucap seorang teman saya.

 

Ia lalu bertutur tentang Gere, Buddha, Borobudur, dan Indonesia. Pun melebar mengikatkan empat kata itu dengan Jero Wacik, Nurdin Halid, dan Irfan Bachdim. Bisa jadi Cristian Gonzales di dunia sepakbola tanah air.

 

Ada hubungan apa semua itu?

 

‘Politik Jero Wacik itu licik,’ kata teman saya tadi.

‘Mengapa bisa?’ tanya saya penasaran.

‘Dia membuai anak bangsa ini dengan produk asing bernama Richard Gere. Apakah dia tidak percaya dengan kualitas berpromosi kita sebagai generasi muda?’

Iia berapi api sementara saya menunggu gebrakan pendapat dirinya.

Imbuhnya, ‘Gere sudah terkenal sejak tahun 80 an. Dia susah payah, merangkak dari bawah, meniti karirnya berdarah darah. Eh, kita seenaknya saja menyuruh Gere menjual Indonesia. Wacik itu licik.’

‘Terus apa hubungan dengan Nurdih Halid dan Irfan Bachdim?’ kejar saya.

‘Kau tahu kan, waktu sepakbola Indonesia sekarat? Nurdin merekrut anak anak yang diaku berdarah Indonesia, mereka yang indo bule, untuk dipekerjakan ke kita? Untuk mendongkrak prestasi kita yang hampir mampus!’

Saya mulai menangkap ide dirinya. Politik Jero Wacik dan Nurdin Halid adalah politik buaian. Tidak memperbaiki dasar permasalahan, tapi memangkas persoalan mengambil inisiatif shorcut. Jika ini dibiarkan sangat berbahaya. Karena memang, hasilnya sudah jelas, Gere ataupun Irfan akan dengan cepat melejitkan pamor Indonesia. Tapi, kita berdiskusi tentang kemandirian. Di manakah peran anak bangsa ini? Saya mulai terpancing obrolan berapi api teman saya. Tapi bagus juga untuk teman sarapan.

 

‘Intinya begini. Richard Gere, Irfan Bachdim, atau siapapun bule bule itu boleh bekerjasama.’ teman saya menambahi. ‘Tapi, karyakan anak negeri. Dan itu tidak dipikirkan Jero Wacik. Ah, sudahlah. Aku nyerocos begini juga tidak jadi duit.’

‘Setidaknya kamu mengungkapkan ide John.’ saya memberi apresiasi padanya.

Dan wisata tidak berhenti dengan hadirnya Richard Gere. Tugas selanjutnya, melestarikan dan melejitkan budaya Nusantara dengan anak anak bangsa digerakkan untuk aktif. Itu agaknya yang terbaik.

 

_____________________________

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta