Itulah yang membuat saya lebih menyukai film Prancis ketimbang Hollywood. Sejak pertama film diputar, aroma seni sudah menguar mengisi otak. Selanjutnya, cerita selalu disajikan tanpa berkesan menodong. Seberat tema apapun, film Prancis mendorong kita secara elegan menikmati racikan sang sutradara, pulang ke rumah mendapat inspirasi yang masih layak diperbincangkan.

Negeri Prancis siapapun tak akan pernah mampu menampik jika ia menjadi kiblat budaya dan seni masyur. Semua tampilan dari busana, arsitektur, tata kota, lukisan, film menonjolkan nilai rasa yang wah. Dan pada film Mauvais Esprit (2003), humor khas Prancis dipertontonkan dari awal hingga akhir.

‘Lembut, tak harus ngakak. Senyum simpul pun menggambarkan film ini. Humor bergaya bangsawan.’

Kalimat di atas sangat pas untuk menilai film yang dalam bahasa Inggris berarti Mean Spirit.

Disutradarai oleh Patrick Alessandrin, yang skenarionya ditulis Patrick bersama Laurent Chouchan, film ini menampilkan bintang Prancis andal seperti Thierry Lhermitte, Ophelie Winter, dan Maria Pacome. Berkisah kehidupan keluarga Vincent Porel, sang jutawan Paris, tiba tiba berubah drastis setelah bayi lelaki yang didambakannya lahir. Penerus kedaulatan keluarga, begitu Porel berpikir.

Konflik mulai muncul, ketika Simon si arsitek-gagal mendapati karyanya dibajak oleh Porel. Terjadi baku hantam saat Simon bertemu dengan Porel. Saat diusir dari kantor, Simon ditabrak sebuah mobil. Nyawa Simon terangkat, namun menitis ke jiwa bayi Porel.

Apa lacur, bayi Porel yang dirasuki jiwa Simon bertekad untuk menghancurkan kehidupan Porel. Tiap malam tak mau tidur hingga Porel telat kerja. Belum lagi ulah si bayi yang ingin mengacaukan dapur si pembantu rumah. Juga ingin mencelakakan dirinya sendiri.

Selain itu, istri Porel sangat eksentrik bak model yang tak pernah ganti baju. Ia selalu berpenampilan mewah dan meminta izin untuk selalu pijat di salon milik lelaki kulit hitam. Untuk berselingkuh.

Keadaan makin kacau, saat ibunda Porel masuk ke kehidupan mereka. Si nenek tidak cocok dengan istri Porel. Diamanati menjaga si bayi, ia malah mendengkur hebat. Yang menarik adalah gaya berpakaiannya: menuju menor.

Seluruh adegan ini dijalin dengan amat rapi dan mengejutkan di akhir cerita. Secara umum, film smart comedy ini layak diganjar nilai 8,5 dari 10 bintang.

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com
Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com
Menggaul di http://www.facebook.com/DannieTravolta