Menjurus bebalkah kita jika berkomedi a la ‘Opera Van Java’?

Menipiskah kepekaan sosial kita saat menikmati aksi Sule, Aziz, atau Nunung saling beradu fisik, meski beralasan properti dibuat dari bahan yang aman?

Atau, inilah kemunduran menuju kematian kita sebagai suatu bangsa?

Komedi bagaimanapun juga menjadi tolok ukur dari kemajuan. Di saat kondisi bangsa terpuruk, hiburan cerdas yang ditampilkan dengan humor menjadi senjata ampuh  untuk memecah kebekuan.  Sang pemeran, penulis skenario, dan seluruh kru dituntut sangat jeli untuk mempertontonkan kualitas cerita dan perwatakan. Semua unsur saling mendukung.

Namun apa yang terjadi sekarang? Setelah ditinggal era keemasan Benyamin Suaeb, Warkop DKI, atau Bagito, semakin terpuruk saja hiburan komedi cerdas di tanah air. Berganti dengan tontonan yang nyaris mendekati percabulan dan kekerasan, justru masyarakat menikmatinya. Alangkah nestapa.

Saya tidak tahu harus berbuat kecil seperti apa? Yang pasti, cepat atau lambat, saya akan ikut meramaikan industri itu. Namun tetap yang berjalur elegan dan (semoga) cerdas. Melalui sekadar tulisan saya.

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/DannieTravolta