Menulis efektif adalah ringkas. Tidak bertele tele, fokus, dan belajar kesabaran. Pernahkah Anda membaca paragraf yang panjang berbaris baris? Melelahkan bukan? Nah, efektif dalam hal ini memberi keleluasaan pembaca untuk berimajinasi sesuai pikiran mereka. Penulis memberi peluang berbagi, bukan arogansi memaksa harus begini begitu.

Simaklah kalimat berikut.
‘Sinta memakai baju putih.’
Dan,
‘Sinta memakai baju terbuat dari kain mori yang dijahit rajin oleh desainer tenar hingga putihnya menyala.’

Memang bidikan penulis berbeda beda. Tergantung jenis buku yang dihasilkan. Tetapi kalimat kedua ada beberapa kata yang bisa dipecah menjadi kalimat lain. Semacam memberi napas pembaca, mengambil jeda.

Menulis efektif tidak berarti menunjukkan kedangkalan ilmu penulis. Justru orang yang menjelaskan pemikirannya dengan membabi buta, berkesan serakah dan tidak bersahabat. Sekali lagi, menulis sederhana tidak mencerminkan kebodohan.

Apa resep J.K. Rowling penulis Harry Potter berkibar di dunia literasi? Karena ia menulis efektif. Bahasanya mudah dan segala usia bisa menikmatinya.

Selamat belajar menulis.