Kutinggalkan pantai, mendekatlah aku gunung. Tak menurun lagi, tapi kudaki hingga lututku ngilu menahan bebatu runcing. Angin kini tak ribut, di puncak ini lebih ramah. Tak sekencang laut dan ombaknya. Jurang lebih memikat adrenalinku, ketimbang dasar palung yang tak mampu mataku menjangkau.

Ikan amis tak lagi berhak mengisi perutku. Bagaimana di gunung? Tidak perlu aku kuatir. Persediaan dari bawah, atau jika sudah menipis, menunggu hewan gunung untuk nanti dipanggang menjadi pilihan. Gunung menawarkan keagungan, pertahanan diri, juga cakrawala telanjang yang siap disesap.

Tapi laut dan samudra juga sudah membangun jiwaku. Di sana pernah kuhampir tenggelam saat ada bayangan putri menyelam. Pula aku dan sobatku kehabisan minum dalam hampar air asin. Semua adalah kisah yang biru seperti warnanya. Juga dalam yang tanganku tak mampu menyentuh dasarnya.

Gunung, laut, dan keputusanku.

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/DannieTravolta