Sinopsis adalah kata kunci laku tidaknya penjualan sebuah buku. Ibarat kartu truf, sinopsis mencerminkan ide paling pokok yang dapat menarik perhatian pembaca untuk membeli. Sinopsis seakan menjadi pintu gerbang yang menunjukkan seberapa dahsyat buku tersebut dan layak tidaknya sebuah buku dibaca. Seorang editor, ataupun penulis buku itu sendiri, dituntut memiliki kepekaan insting bisnis sekaligus menampilkan bahasa yang menghipnotis. Hipnotis dalam hal ini berarti menggugah dalam segi struktur kebahasaan maupun secara pemasaran.

Ada beberapa trik membikin sinopsis:

1. Baca seluruh isi buku

Bagi seorang editor, kekuatan dan ketahanan membaca sangat diperlukan. Dan ini semacam ketrampilan yang dilatih terus menerus. Dengan membaca seluruh isi buku, benang merah dapat ditemukan. Menemukan beberapa segmen cerita yang sangat menarik membutuhkan kepekaan ekstra.

Untuk seorang penulis, sinopsis bisa berarti ide utama dari sebuah pemikiran. Dari sinopsis tersebut bisa diturunkan dan dikembangkan menjadi tulisan yang panjang lebar.

2. Membidik aspek kontroversial

Tema kontroversial mampu memecah perhatian calon pembeli di antara ribuan buku yang dipajang di gerai gerai buku. Pembaca sering membutuhkan buku yang merangsang rasa penasaran. Jika editor dan penulis mampu membuat sinopsis yang berkesan kontroversial, dijamin calon pembaca dengan senang hati membeli buku tersebut.

3. Belajar membuat kalimat efektif

Sinopsis yang bertele tele akan sangat melelahkan calon pembeli. Kalimat efektif akan membuat nyaman dan tidak berkesan menggurui. Ingat, calon pembeli hanya butuh 3 – 5 menit untuk memutuskan apakah buku itu masuk ke keranjang menuju kasir. Jika sinopsis tidak menarik, tidak ada kata selain ‘gagal’ dalam pembuatan sinopsis.

Selamat berlatih menulis.

Meribut di www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di www.facebook.com/DannieTravolta