Bertelanjang di Pantai Nudis. Tatapan mata lurus lurus. Tak bolehlah menunduk. Karena itu tabu. Berjalan bergandengan, tepat antar tangan. Tidak boleh melakukan eksplorasi bernama tangan jahil. Karena ini sudah peraturan. Di Pantai Nudis tidak boleh berlaku tak senonoh. Harus tidak melanggar.
Nudis tanpa busana. Mempertontonkan kesombongan setiap lekuk tubuh hanya pada sesama anggota. Tak boleh bagi luar kelompok. Saling bercerita lepas, yang bukan tema senggama. Ada keasyikan tersendiri, meski norma terus merongrong para penganut nudis. Bisa diakali. Dan Pantai Nudis ini jauh dari keramaian. Di tempat tersembunyi, ekslusif, tak bisa dijangkau oleh seorang bermata jalang.
Hidup bernudis. Telanjang hati dan tubuh. Mengakui Tuhan Maha Sempurna dan Bijak menganugerahi tubuh. Tentu, bisalah kita menangis sesenggukan menerima aura seorang cacat berpakaian utuh. Satu sisi nudis benar, di lain pihak salah kaprah.
Tinggal bagaimana menyikapi. Nudis bisa saja seni, tak jarang ia adalah iblis yang sangat mengganggu. Dan layak untuk dibinasakan. Dari muka manusia manusia yang mencintai hening, tanpa gembar gembor kekuasaan.
Harga diri separuh, atau penuh, semua layak dicermati dari berbagai kepentingan.

 

Meribut di http://www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di http://www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta