PSSI, Persatuan Sepakbola Simpanse Indonesia. Tempat dilatih para simpanse biar mahir berolahraga: Sepakbola. Menendang bola, memungutnya jika lepas dari lapangan, atau sekadar memelototi jika bosan mendera. Tak lupa juga, di PSSI, tempat simpanse simpanse dibuat pandai, diajarkan cara bersosialisasi. Mengembangkan kepribadian diri, tepatnya. Cetakan: Simpanse Cerdas Ragawi dan Rohani.

Baiklah. Kantor pusat PSSI beradai di Lebak Bulus. Dekat dengan stadion. Para pelatih yang berkompeten tak harus capai. Tinggal melangkahkan kaki berapa jangkah, sampailah mereka. Para simpanse lebih dahulu datang, tanpa pisuh tanpa demonstrasi. Karena simpanse adalah binatang yang paling dekat dengan manusia. Jadi tidak boleh mengumpat pelatih mereka. Dasar pelatih malas, sering telat. Tapi coba kita renungkan sejenak:

Aha, para pelatih PSSI memberi kesempatan simpanse melakukan pemanasan. Biar tidak ada cidera, baik di lutut, tangan, atau otak. Yang terakhir yang paling menakutkan. Tak bolehlah para simpanse cidera otak. Berbahaya. Bisa bisa, sang Bos PSSI marah besar, mencak mencak, menuding si Anu si Fulan si Jamila. Semua harus sehat walafiat.

 

Hari ke-10. Masa Karantina Tim Nasional PSSI.

Tampak sang manusia pelatih dan manajernya mendekati sebelas simpanse. Oh salah. Ditambah 2 simpanse cadangan, jadi tiga belas. Semoga bukan angka sial, yang dianut oleh para pecandu morfin bernama: Sihir. Ramai riuh suasana saat itu. Simpanse simpanse melompat lompat, bertepuk tangan, dan memekik keras. Mereka sangat senang karena diberi jatah kaos tim nasional.

Berwarna hijau lumut. Dengan nama masing masing di punggung dicetak emas. Alangkah bangga hati mereka, jika ayah ibu turut melihat saat melawan tim nasional simpanse negara lain. Bayangan tepuk tangan keluarga besar, tetangga, dukungan sang pacar, membayangi benak para simpanse. Untuk saat ini, serasa para pelatih menebus kesalahan diri mereka karena sering telat. Dan aura magis semangat dengan cepat menyelimuti. Pasukan Nasional Simpanse Indonesia.

 

Muasal Kaos Tim Nasional

Tahukah Anda, jika membuat kaos tim nasional tidak sembarangan. Perlu waktu lama untuk ketua umum PSSI bersemadi. Dan harus dengan kawalan ketat para pemercayanya. Alkisah, dan ini tidak pernah terungkap oleh media, kaos tim nasional adalah hasil perselingkuhan dengan Nyi Roro Kidul. Bukan seksual, tapi ada unsur masukan dari si Nyi.

‘Buat kaos tim. Warna hijau. Lumut. Seperti kesukaanku.’ perintah Nyi kepada ketua umum PSSI.

Dan si ketua menurut saja. Ia kemudian berimajinasi liar, ingin menambah gambar diri si Nyi di depan kaos. Atau suasana laut atau pantai harus terasa di kaos itu. Dibubuhkan kereta kencana? Cantik sepertinya. Tapi, si ketua tak mau gegabah, karena ia juga masih punya atasan. Presiden. Ia harus berkonsultasi, tak boleh sendirian. Akhirnya, terciptalah kaos tim hijau lumut seperti yang sekarang.

Dalam semadi si ketua, komunikasi dengan si Nyi, harapan besar akan didapat. Tim nasional PSSI akan menjadi tim besar. Menang terus di lapangan. Karena tuah si Nyi.

 

Ke Lapangan, Simpanse Berlatih

Para simpanse sangat percaya diri. Stamina mereka tiba tiba mencuat. Kadang tak terkendali. Terlalu banyak melesakkan bola ke gawang lawan. Ya memang benar. Lawan tandingnya saat ini adalah Persikabo, Persatuan Sepakbola Kerbau. Kelincahan para simpanse tak bisa ditandingi oleh para kerbau. Kerbau terlalu naif.

Di bangku VIP, si ketua umum PSSI bersorak sorai. Cekikikan, tertawa meledak, kadang menyebut nama Tuhan. Ia puas.

Strategi terus di asah, bulan depan PSSI akan bertandang ke Negeri China. Melawan Persatuan Sepakbola Panda.

Tetap semangat PSSI.