Terbang, inginlah pesawatku meledak di angkasa. Berkeping keping, jatuh ke bumi dalam serpih debu yang entah mata awam mampu melihatkah. Bersama derai tangis orang orang terkasihku, dan mereka yang mengenal akan keculasanku. Tak inginku merepotkan mereka dengan ritual menguburkan dan berdoa sepanjang waktu. Biarkan aku lepas meninggalkan dunia yang telah berbaik hati melahirkanku. Tanpa kenang, tanpa bebunggaan pengantarku meluruh.

Cakrawala, bawalah diriku menuju Tuhan. Dalam bentangmu yang tak mampu kuukur, hatiku tak bisa mendalamimu, ajari diriku sebelum ajal menyambut. Menunjukiku tentang asal hujan pengguyur tanaman, petir penyambar pohon pohon jangkung, atau semut semut yang kedinginan dengan beban di atas kepala melebihi bobot tubuh mereka. Di detik menuju Illahi, mohon berilah sekadar isyarat untuk menenangkan jiwaku.

Kuberpikir kembali, ternyata dunia masihlah panjang. Beragam keindahan terhampar, yang layak untuk disesapi tanpa musti berkeluh. Berbijak agaknya langkah tepat untuk mempersiapkan diri. Menjadi tidak wajar jika cukup berpasrah. Menggunakan segenap kemampuan, melesatkannya, hingga lenyap sudah keinginan untuk satu hal: kekalahan.

Dunia menunggu kebaikan dan kebijakan diriku. Dirimu. Diri kita.

‘Di cakrawala tanpa batas, kita terbang

Berbekal satu lagu menuju surga

Dalam harmoni ciptaan Tuhan, menyatulah kita dengan alam.’

 

Meribut di www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta