Presiden bercelana kolor. Berlari di pagi buta, tanpa didampingi pengawal. Mengelilingi waduk, ia bersenandung sepanjang jalan sempit basah. Burung belum berkicau, serangga masih menggigil di liang. Kabut turun terlalu tebal. Matahari masih dalam tidurnya, didampingi bulan yang semalam cepat naik ranjang.

 

Menghilangkan suntuk, Presiden berteriak lantang. Melengkingkan nada kata apa saja yang ia pikirkan. Melepas penat setelah capai berlaku sebagai seorang anggun bersuara lembut. Sekarang saatnya menantang dunia, meski tak ada siapa siapa. Latihan dibutuhkan, siapa tahu diperlukan saat pecah perang. Presiden dan pagi kini menyatu bersimfoni lekat lekat.

 

Sudah lima kilometer, jauh dari istana jauh dari pelayanan terbaik. Hampir masuk ke hutan, berhentilah sejenak untuk berpikir. Apakah lanjut, balik haluan dan berlari super kencang untuk melapor ke Bunda Negara. Hutan gelap sangat mengerikan bagi seorang Presiden. Dan lebih baik beringsut, takut para jagal memancung leher dan membuang bangkai dirinya. Presiden kembali dalam jarak sama, lima kilometer. Tanpa ragu.

 

Meribut di www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di http://www.facebook.com/Dannie.Travolta