Bawalah aku ke mana kau ingin. Bersamamu, mengendara kencana menembus langit menuju tempat Dewa dan Bidadari bercanda. Atau, kau tunjukkan neraka terbengis yang meruntuhkan kesombonganku. Kurela, tanpa benda yang kukumpulkan di bumi. Kapan kau lakukan itu? Jujurlah teruntukku seorang.

Jauhmu tak mengerti sakitku. Terbujur di ranjang, tanpa bisa bergerak. Suap demi suap dari tangan bundaku, sembari ia sesenggukan menatapku. Dulu, semasa berjalan menjadi milikku juga, kau tertawa lepas. Kini tak kau gubris diriku. Janji janji meluap ditiup badai. Menghindar adalah yang kau lakukan. Tak mau mengerti di saat kuterpuruk.

Jika aku kembali waras, tak ingin kumembunuhmu. Percuma.