25. Wayang

Wayang kulit

Wayang berarti bayangan. Dikatakan demikian karena penonton melihat tokoh dan cerita dalam bentuk bayangan. Dimainkan oleh dalang, wayang terbuat dari kulit sapi dengan bambu sebagai penggerak tangan dan badannya. Terdapat layar berwarna putih untuk wayang beraksi, juga lampu bernama „suluh‟ yang menimbulkan bayangan di balik layar. Selain itu, pertunjukan wayang juga diiringi oleh gamelan.
Mengambil cerita dari India pada zaman dulu yaitu Mahabarata dan Ramayana, wayang diperkenalkan ke tanah air oleh para pedagang dari negeri Sungai Gangga itu. Oleh orang Indonesia, cerita itu disajikan dengan seni yang
sangat sempurna, sehingga UNESCO mengakui wayang sebagai „Karya Agung Budaya Dunia‟ pada 7 November 2003. UNESCO sendiri adalah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Wayang berkembang di Jawa, Sunda, Bali, dan Lombok.

 

26. Keris

Keris

Keris bukanlah senjata untuk membunuh musuh. Lebih dari itu, keris bernilai sebagai simbol tingginya derajat seseorang di Nusantara. Terbuat dari logam pilihan dan gagang dari tulang, tanduk, atau kayu, keris menjadi kekayaan Indonesia yang sangat hebat.
Raja-raja di tanah air menggunakan keris sebagai pusaka yang menambah kekuatan dan pamor sang raja. Keris juga ada yang terbuat dari batu meteor yang jatuh dari luar angkasa. Pembuat keris disebut Mpu.
UNESCO menyatakan keris adalah „Karya Agung Budaya Dunia‟ pada 25 November 2005. Sebagai anak bangsa Indonesia, kita harus mengenal dan merawat keris dengan baik.
27. Batik

Lurik, satu dari macam batik

Batik mulai mendunia sejak UNESCO menetapkannya sebagai „Warisan Budaya Dunia‟ pada 2 Oktober 2009. Batik berasal dari kata „tik‟ yang dalam bahasa Jawa berarti membuat titik. Cara membuat batik yang rumit dan membutuhkan ketelatenan menjadikan batik berharga sangat mahal.
Pertama, pembatik menyiapkan kain yang sudah digambari pola seperti gambar binatang dan bunga. Dengan memakai canting, lilin panas digunakan untuk menggambar. Setelah gambar rampung, dicelup celupkan ke air panas yang sudah diberi pewarna. Kain batik kemudian dikeringkan. Batik siap dibuat menjadi baju.
28. Lagaligo


Kalau teman-teman sudah pernah mendengar epos Mahabarata dan Ramayana yang berasal dari India, ternyata bangsa Indonesia mempunyai epos yang sangat hebat yaitu Lagaligo. Epos rakyat Luwu Sulawesi Selatan ini ditulis dalam aksara Lontara Kuno.
Diperkirakan ditulis pada abad antara 13 dan 15, bahasa penutur Lagaligo adalah Bugis Kuno. Epos sendiri adalah cerita rakyat yang sangat panjang, menggambarkan kehidupan lengkap di masa itu. Garis besar cerita Lagaligo bercerita tentang Sawerigading. Ia putra mahkota Kerajaan Luwu yang pemberani dan bijaksana, meski sedikit nakal. Di kisah itu, kita akan mengenal budaya Bugis secara lengkap.
Lagaligo dianggap sebagai karya sastra terpanjang di dunia yang telah diakui oleh banyak peneliti luar negeri. Mari kita pelajari epos Lagaligo!

About these ads